Selasa, 19 Juli 2016

Tak Ada Cinta Yang Abu-Abu

I owe the picture here


Cinta itu tak pernah abu-abu, Sayangku.
Dia akan berkata 'ya' tentang kebenaran rasa.
Dan berkata 'tidak' jika hatinya tak pernah terikat padamu.

Kenapa kamu memilih menebak langit yang kelabu?
Kamu tak pernah tahu, akan hujan atau kah terik kelak.
Cinta terkadang seperti langit.
Menumpahkan tangis tanpa peduli.
Juga mampu sekejam perasaan yang menyengat.

Jangan takut untuk berlalu.
Bumi ini tak hanya satu.
Janji Tuhan tak pernah dibatasi waktu.

Kamu tak perlu ragu, Sayangku.
Tak ada cinta yang abu-abu.
Yang ada hanya kamu yang terlalu setia untuk menunggu.
Sedang dia, bisa jadi cuma menganggapmu daun jatuh.
Jika bukan karena angin yang kelewat mengganggu, mungkin karena sudah dianggap layu.

Lekas, cari cinta yang baru!

Senin, 11 Juli 2016

Cinta Kita Sudah Benar

I owe the picture here


Pagi ini tak bernama.
Hari juga tak perlu diberi judul.
Bukankah tujuan kita sudah jelas?
Kamu adalah tempat aku akan kembali ketika petang.
Dan aku adalah satu-satunya tamu untuk kamu beri peluk terhangat.

Di sebagian hari ini, bagaimana kalau kita bermain peran?'
Aku adalah takdir, dan kamu adalah doa yang kupanjatkan di sepanjang jalan.
Karena hanya dua hal itu yang tak mampu ditolak manusia.
Doaku, kamu menjadi bagian dari takdirku.

Sesekali, bolehlah kita bingung tentang alasan.
Karena cinta kadang bisa dijelaskan, kadang tidak.
Mencintaimu pun demikian.
Bagaimana menggambarkan sebuah keinginan yang tak pernah pudar?
Tak akan seperti itu.
Tak pernah begitu.

Jadi lebih baik, kita bersyukur saja.
Sebaik-baiknya manusia adalah yang menjaga kebaikan akan karunia Tuhan-nya.
Menjaga cinta sebaik-baiknya.
Menjagamu sebenar-benarnya.
Takdirmu itu doaku.
Tak perlu lah kutulis lagi.
Cinta kita sudah benar...

Kamis, 19 Mei 2016

Curhat Cinta. Cinta Yang Tua.

I owe the picture here


Ini curhat nyeleneh...
Sebuah curhat tentang cinta yang sudah tua.
Karena kamu sudah menciptakan banyak kenangan baru.
Sedangkan kenanganku masih itu-itu saja.

Apa sebutan bagi orang yang tak pernah benar-benar bisa melepaskan masa lalunya?
Gagal move on?
Ah, tak pernah ada yang benar-benar berhasil di dunia ini.
Mereka yang menggenggam hari baru, sesungguhnya tak betul-betul sukses melupakan, tapi hanya mengendapkan perasaan.

Anggap saja ini nostalgia.
Nostalgia yang menghadirkan romansa.
Namun kamu terdiam dalam jutaan harap serupa gemintang.
Membuat hatiku ciut.
Jangan-jangan malamku akan selalu sama.
Ditelan sedih lagi.
Diakhiri mimpi lagi.

Aku ini... bisa jadi hanyalah bintang jatuh.
Diucap bagai doa, tapi tak pernah jadi siapa-siapa.
Dan kamu itu apa ya?
Oh! Kotak mimpi tempat aku menaruh ingin.
Bukankah untuk menggapai sesuatu yang tinggi, seringkali kita diajarkan bermimpi?
Karena mimpi adalah sebebas-bebasnya harap boleh tercipta.
Kita tak perlu berhutang.
Termasuk pada kesempatan.
Termasuk pada keinginan.

Masih saja curhat ini nyeleneh...
Ada istilah the best ever.
Cinta pun begitu.
Tapi... the best part of falling in love is... loving the right person.
Orang yang tepat belum tentu orang yang paling kita inginkan.
Jadi, meskipun kenanganku masih itu-itu saja.
Dan cinta ini sudah tua.
Hatiku belajar untuk jadi muda lagi.

Kamu, tak perlu lagi mengurung aku dalam tatapan yang penuh harap itu.
Malam tak lagi bertahan selamanya.
Aku adalah pagi kini. Menciptakan harapan sendiri.
Tak perlu menanti. Bisa jadi malah dinanti.

Kalau kamu datang lagi.
Kutepuk sisi bangku kayu di sebelahku.
Sini, kita boleh duduk sama-sama.
Kuceritakan kenanganku bersamamu.
Nostalgia boleh berubah jadi romansa.
Tapi jatuhku, tak akan lagi padamu...

Selasa, 10 Mei 2016

Still...

I owe the picture here

I hated this memory.
I hated this place.
I hated that song.
I hated everything that reminded me of you.

They called me blue.
For there's no way out.
Loving you made me sick.
But, leaving you made that pain even more.

It was all my fault.
Let myself fell into you.
So tell me how to quit you.

Selasa, 22 Maret 2016

Namamu, Setapak Kenangan Tanpa Jalan Keluar



Anggap aku langkah kakimu di pasir rapuh.
Yang menolak untuk kau ajak berjalan lagi, karena hanya akan meninggalkan jejak.
Perkara jatuh cinta tak semudah menjadi setia.
Sedang melupakan lebih sulit dilakukan ketimbang mengingat.

Kamu, setapak kenangan tanpa jalan keluar.
Mungkin otakku ini tak berongga.
Hingga semua tentangmu terperangkap tak bisa lolos.
Atau hati sudah kadung kedap.
Hingga mereka yang datang tak lagi bisa menembus untuk diberi kesempatan.

Waktu itu, lewat matamu, aku menatap penuh selidik.
Benarkah seluruh dirimu dibuat dari cinta?
Kamu terlalu hebat.
Hingga aku tak bisa menolak untuk jatuh dalam dekap.
Hanya lewat sekejap tatap.
Hanya dengan kecup yang sekilas.

Sesore ini, kusujudkan tubuh berkali-kali.
Dalam setiap kening yang melekat di tanah, kukatakan pada Tuhan.
Tolong bebaskan aku dari lingkar tak bersudut.
Tiadakan sakit, karena kenangan kadang berwujud luka.
Tepikan ingat, agar langkah tak lagi berat.

Aku ingin lupa, pada setiap hangat yang kelak menjadi dingin,
pada setiap senyum yang tak lagi lengkung,
pada cinta yang berwujud bayang-bayang...