Sabtu, 26 Maret 2011

Satin Merah - Novel cerdas GagasMedia

Menjadi yang terbaik dan tampil sebagai remaja yang berbeda adalah obsesi Nadya. Merasa dinomor duakan dalam keluarga, keinginan mencapai popularitas dan diakui sebagai seorang yang hebat mendorong Nadya melakukan segala cara untuk mewujudkan ambisinya tersebut. Lomba pelajar teladan se-kota Bandung, dan sastra sunda adalah salah satu cara yang bisa mewujudkan itu semua.



Semuanya berjalan dengan baik pada awalnya, tapi keinginan dan kepercayaan Nadya mengenai teori energi putih malah mendorongnya melakukan sesuatu terhadap para sastrawan yang ingin dimiliki ilmunya, bahkan dengan satu cara, pembunuhan.



Sudah baca novel dari GagasMedia yang satu ini? Hmmm… sayang banget kalo dilewatkan.



Saya menyebut Satin Merah sebagai novel cerdas. Brahmanto dan Rie sebagai penulis menyuguhkan cerita yang menarik dengan isi yang padat. Setting, alur, ide cerita, semuanya dikombinasi dengan sangat baik. Narasi dan dialog antar tokoh juga menunjukkan wawasan yang luas serta penguasaan materi cerita dengan sangat baik dari si penulis.



Meskipun cerita dan tema yang diusung bisa dibilang berat, jangan khawatir membaca novel ini membuat jenuh. Justru Brahmanto dan Rie membagi setiap part dalam novel ini dalam chapter-chapter pendek. Sehingga membuat pembaca seperti tengah menikmati episode-episode pendek yang terus berkelanjutan.



Satu hal lainnya, mengenal karakter Nadya dalam novel ini . Penulis-penulis pemula, perlu sekali membaca buku ini sebagai tambahan wawasan dan referensi sebelum menulis/menerbitkan buku.



Baca novel ini. Super recommended ^^


COMING HOME by Sefryana Khairil - "Selalu ada tempat untuk sebuah kata maaf"

Hidup sendiri ternyata lebih gampang diucapkan ketimbang dijalani.



Menjadi seorang single parent bukanlah sebuah perkara mudah. Setelah Elsa (sang isteri) meninggal dunia karena sakit, Rayhan mengurus puteri semata wayangnya (Kirana) sendirian. Kehilangan pekerjaan dan banyak hal di Jakarta membuat ia memutuskan untuk pindah ke kampung halamannya di Jogja. Tapi siapa sangka, disana ia malah bertemu seseorang dari masa lalunya. Sang mantan isteri (Amira) yang diceraikannya bertahun-tahun lalu.



Amira berharap seumur hidupnya tak akan bertemu dengan Rayhan kembali, karena rasa sakit akibat ditinggalkan belum juga hilang. Bagaimana tidak, karena kenyataannya Rayhan meninggalkan Amira, demi menikahi Elsa. Tapi bagi Rayhan sendiri, pertemuan ini merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan maaf dari Amira.



Membaca novel Coming Home dari Sefryana Khairil sangatlah menarik. Sefry mengangkat bagian lain dari kehidupan berumah tangga, yaitu perceraian. Memang bukan konflik pasca perceraian yang dibahas disini. Tapi bagaimana perjuangan dari masing-masing karakter untuk melewati kehidupan setelah perceraian itu sendiri.



Kita diajak menengok kehidupan Rayhan yang harus mengurus puteri semata wayangnya sendirian, dan rasa pahit dan kecewa yang dirasakan Amira setelah mengalami kegagalan bersama lelaki yang begitu dicintainya. Juga satu karakter favorit yang menyentuh hati pembaca, sosok Kirana. Siapa yang tak bersimpati pada gadis kecil ini.



Racikan yang pas untuk novel Coming Home, gaya bertutur Sefry dalam dialog dan narasi-narasi yang penuh muatan moral, serta quotes yang terasa manis ketika kita membacanya berulang-ulang.



Saya pikir, perlu rasanya membaca novel ini.

Penggemar novel-novel dewasa, tunggu apalagi, segera berburu Coming Home sebelum ludes di bookstore-bookstore ^^




Kamis, 17 Maret 2011

It's love, and it's over

“Hai…”
“Hai. Kau?”
“Apa kabar?”
“Baik… Kamu?”
“Baik.”
Perempuan itu berdiri di hadapanku. Kami, diam, sejenak. Terkurung dalam pertemuan ini.
“Astaga… sudah lama sekali kita tidak bertemu.”
“Yaa… lama sekali. Bagaimana kalau kita makan atau sekedar minum kopi dulu.”
“Aku tidak keberatan Bie. Tapi, maaf, aku tidak datang sendirian.”
“Kau?”
“Suamiku sedang menunggu di lobi.”
“Ooo...”
Hening. Beberapa saat kami tak mampu saling melempar kata.
“Sorry.”
“Tak apa.”
Hanya itu yang akhirnya jadi penutup.
“Tiara, tunggu.”
“Ya.”
“Boleh aku minta nomor…”
“Oh ya, sebentar aku ambilkan kartu namaku.”
“…”
“…”
“Tidak, tidak. Tidak usah Tiara. Tidak perlu, aku juga sedang terburu-buru.”
“Kau yakin?”
“Ya. Umm… maksudku, lain kali saja kalau kita bertemu lagi.”
“Ooo… baiklah. Good bye Bie.”
“Bye…”
Perempuan itu pergi, dan aku cuma menatap punggungnya sampai dia benar-benar berlalu.

Kalau hari ini kita bertemu lagi dalam sebuah kesempatan, dalam sebuah waktu. Berdiri berhadapan sebagai dua pribadi yang berbeda, mungkin tak akan pernah lagi ada kata sama kecuali perasaan yang tertinggal di hati masing-masing. Bahwa aku, pernah mencintaimu. Dan kamu, pernah ada dalam bagian hidupku. Itu saja. Maka, aku sebut ini seperti… jatuh cinta pertama kali.
Tapi tampaknya waktu tak pernah berbaik hati untuk berhenti barang sedetik pun. Agar aku diberi kesempatan untuk bisa lebih menikmati kebersamaan ini. Agar aku bisa mengagumi dirimu lebih lama lagi. Tanpa pernah diganggu, tanpa takut kehilanganmu. Tapi sayangnya tak pernah begitu.
Jadi. Kalau pun memang tak ada jalan menuju tempat yang kita inginkan. Biarkan aku berpaling kali ini. Biarkan aku tak bertahan untuk menatap matamu lagi. Bukan, bukan karena aku tak mau. Tapi tak sanggup. Karena aku takut tak bisa pergi lagi setelah menatap matamu dan menemukan cinta lama kita masih tersimpan disana, sementara kita tahu keadaan kita masing-masing sudah berbeda.


“Bie…”
“Iya.”
Seseorang memanggilku dari belakang sana
“Ayo kita pulang.”
Itu isteriku, berdiri bersama anak laki-laki ku di ujung pintu.



Flash Fiction, 316 kata (tidak termasuk judul)

Rabu, 16 Maret 2011

Daftar Peserta Event Menulis Bersama Leutika Prio dan Buku Tulisan Di Atas Pasir (final)

Salam… sejak Lomba Menulis Flash Fiction bersama Leutika Prio dan buku Tulisan di atas Pasir dibuka, belasan naskah masuk setiap harinya. Dan dalam tenggat waktu kurang lebih 20 hari, inilah 400-an naskah yang dinyatakan telah diterima dan akan masuk dalam tahap penjurian:





1. Umystha Fasuruqa' - TITIK TANPA TANYA

2. Hylla Shane Gerhana - Randu Rinduku

3. Inggar Ash - Setetes Rindu Untuk Suamiku

4. Revika Rachmaniar - Selaksa Cinta Kucari, Selaksa Cintaku Hilang

5. Asni asueb aan - KENANGAN ITU MESTI BERLALU

6. Jaya Doank - Guruku Syarif

7. Reza Irwansyah - Aku yang Telah Menantimu

8. Yuridista Putri Pratiwi - Aku Rindu Kamu, Dik

9. Lilyani Husain - TENTANG KAMU

10. Dianna Firefly - Malaikat

11. Biolen Fernando Sinaga - Kemana Kau Menghilang, Janter?

12. Nisrina Lubis - Miss You Luna

13. Vindy Ganti-na - Duplikat

14. Usup Supriyadi - Rindu (Tak) Pernah Hilang

15. Jenalerevolusi AbideenpaSa Sindupra - Aku, Ayahku, dan Cicak-Cicak di Dinding.

16. Abel Muti Lophizm - Sinar Agung

17. Ratna dwi - luka dan kenangan

18. Rifa Siiemuaniezjembatanambrol - Tulisan di Atas Pasir

19. Chibi Hilda - Selamat Ulang Tahun Ka!

20. Desi Dian Yustisia - AIR dan AUR

21. Antie Rakhmaan - Seribu Hari

22. Ady Azzumar judul - Robohnya Sebuah Menara, Merpati Tak Lagi Hinggap.

23. TSURAYA WIDURI - RINDU MERAH JAMBU

24. Kasma maret - Sebuah Akhir Untuk Rindu

25. Aisyah Rendusara - Secangkir Kopi untuk Ayah

26. Binta al-mamba - janji biru

27. Arya Rizki Darmawan - Tak Bisa kah Kau Mengingatku?

28. Sindu Lintang - Bunga Cinta Abadi

29. Nenez Tu Gonez - Kehilangan

30. Dewi Yuliani – Hemo

31. Setia Wati (Khalilaty Hime) - Ame Ga Futteimasu, Ouji-san

32. Abi Sabila - Tiara

33. Aida M Affandi - AMNESIA

34. Dwi Aprily – Kehilangan

35. Akhsane taqweens - LING LUNG

36. Rina Tri Lestari - Kehilangan

37. Suden Basayev - Rujak Es Krim

38. Dyah insyaAllah Bisa - SMS

39. Endang Sri Sulistiya - Katak Merindu Langit

40. Nurlaili Br.Sembiring - Rindu Masakan Ibunda

41. Pencari Ilmu - Senja Di Langit Biru

42. Tri Setyawati - I Have Nothing, Cinta

43. Ardiana – Martabak Keju

44. Ayuningtyas Kiswandari - Memori Saat Bersama, Mas

45. Syaque Hikaritokusaikizoku Elsheeraknightvanrijkdom - NAFSU, RINDU ATAU HARAPAN?

46. Rosa Pamela Fatimah - Purnama Menangis

47. MeLi LuphLy SiiAndromeda - About a Little Bee under the drizzle

48. Silvia Oktaresa - Memandang Bulan

49. Chilvi Chilibra - Aku menyayangimu… Ibu

50. Levina Nyt Siwalette - Love Indeed

51. Ica Bdp - Pergi Tak Kembali

52. Indahutami - Pelajaran Kecil Dari Si Gadis Kecil

53. Adrina Arzan - Biru Dan Rindu

54. Tiara Citra Septiana - Relakan Ibu Pergi, Nak!

55. Dwi Sekarang Mah - Aku Menari di Matamu, Engkau Mendesah di Nafasku

56. Lisna Ismi - Senyum Itu...

57. Fauzia Fitri - Bersalahku

58. Blackcurrant Zeroshichi - Waktu dan Air Mata

59. Tb Rangga Wira Mahendra - Memantau Rindu Merantau

60. Samsul Zakaria - Nenekku; Pemberi dan Penyayang

61. Anna Oktaviana - Tu me manques

62. Mega Surya Pratiwi – Hilangnya Keelokan Tubuh Indahku

63. Chika Rei - Rindu Ima

64. El Kinanti - ABAH

65. ABDIAN RAHMAN - DI SISI RANJANG PENGANTIN

66. kelasbangaswi - Cinta Kue Brownies

67. Emy Rahayu - Kau Disampingku

68. Yani M-u – Just Smile

69. Fingg Bloom – Rasa Itu

70. Anisa El-KhaNsa Ariyani - Selayak Pungguk Merindu Bulan

71. Ayhue Rh - Sepasang Cinta

72. Edelwise Ayyesha Tsurayya - Purnama Tak Pernah Sendiri

73. Andri Setya Nugraha - "Si"

74. Riana Yahya - Bawalah Cintaku

75. Riezqy Aqmalliah - Rindu Ayah Kembali

76. Entoniputra - Anak dan menantu, sebentar lagi cucu.

77. Willy wyllmarz second'hand serenade - Rindu setengah mati

78. Morland EkaPutra Jayadinata – Last Minute

79. Alfina Robi'ah Adawiyah - Ayah,Ayah,Ayah,Ayah Guruku

80. Windra Yuniarsih - Rindu Dalam Sekam Malam

81. Sarii yantii iteung - Kenapa kau harus mencintainya

82. Boem Boem – di tapal batas

83. Yulia Suparman - Ziarah

84. Gally-Eiffelseine Aimeregarder-Percyjackson The'lightning-Thief - Nia Maafkan Aku

85. Devina Listasari - Senja Mengembun

86. Chytiie Ros – Bintang Hatiku

87. Angger Yhuniarthii Pelangidimalamhari - Kau Tegarkan aku, Bunda!

88. Januar hand - Rindu Kehilanganmu

89. Agnety Ghosby - KUSELIPKAN SALAM RINDU MELALUI BAIT DOA

90. Wawan Kurn - Kuburan Pink Samping Benteng Rotterdam

91. Beda Hasbi - kehilanganku pada hujan

92. Iif syarifah - Ombak, sampaikan salamku

93. Nata Salama - Kejutan

94. Anhar Dana 'Dajju' Putra - Balada Binyu

95. Adel Gigih - Rindu Berbatas

96. Andri Surya - Surat Tak Beralamat

97. Ikha Pariz - Harga Kerinduanku

98. Dinar Erina Destyani - Kilas Rindu

99. Fitri Bundanya Elfad - Penantian Sia-Sia

100. Dian Hendar Pratiwi - Dia Selalu Ada

101. Vana Pinkerz - Kangen Rindu

102. Annisa Rahim - Rindu Setitik Hujan di Pelupuk Matanya

103. Anggun Septianingrum Nasrulloh - Buah Hati Surga

104. Pupus Supup Pupus - Mawar Kuning

105. Nurul Fauziah - Memelihara Rindu, Ku Tak Sanggup!

106. Icha cahaya pagi - Setelah Hari Itu

107. Sunny Qu - Dalam Lintas Semilir Angin

108. Handayani hanoy - Menangis Bersama Langi

109. Akhwatul Chomsiyah Firdausa - Sejumput Luka Sevana

110. Prima Sagita – Rindu Maya

111. Rurin Kurniati + DIza

112. Yandigsa + Rindu Rahim (FF 400 Kata)

113. Ragil Papa Aira + Ketika Rembulan Bulat Sempurna

114. Mariana Nana Khoirin-Sesal Tak Berujung

115. Edy Sho + Secerah Mentari Di Dermaga

116. irwan firmansyah, kandas di pelaminan

117. Ariska Puspita Anggraini + Kepingan Senyuman

118. Wilyou Putra Sinar Tapango + Kerinduan Yang Perih

119. Questa Ima - Memeluk Rindu Yang Tak Sempurna

120. Archey Pinc + Kejutan Tengah Malam

121. Yuri Sumega - Permainan Ayah

122. Karyuni Farina+Setitik Cinta, Seribu Kerinduan

123. Chitra Herdian Putri - Mawar Untukmu, Sweet

124. Ayyesha Khaulah Nusaibah__Maafkan Aku, Sayang!

125. Dewi Dhedew (JEJAK CERITA DUA HATI)

126. Mudhalifana 'Pia' Haruddin HAMPA

127. Dedy Crutz, menunggu dosen

128. Lina Dwi A - Aku Masih Selalu Merindumu, Ibu!

129. Vanie (Kejora di Mata Mama)

130. Cindy Meilita Wangsadiria - Puzzle Kenangan

.131. MINHYAN-SSI : MY FIRST LOVE

132. Gary Haras : Gie, yang Pergi

133. Retno Saja + Lelaki Senja

134. Lee DyatoHanblez, 1kata yang hilang

135. Wahyu Wiji + Segurat Nama di Pepasir, Kutunggu Engkau di Pesisir

136. MeDiana 梅蓉 Liu, judul naskah you are my destiny

137. Dewi Rokhmah - Bapak Tuaku yang Hebat

138. Miranti Verdiana Dewi+Karung Kusan

139. Haruka Azary>>judul naskah>>MERPATI>>lomba FF

140. Mas Adi III - Antara Rindu dan Merindukanmu

141. Menghapus Jejakmu (Miftahul Jannah) + ASA YANG HILANG

142. AWRIE BORNED CLOUDY+EGOKU,KEBODOHANKU

143. kinanti kitty + menyesal kah?

144. Itsuki Nurmani_Refleksi di Rumah Rindu

145. by Ndreexs Prayoga + Topeng Monyet

146. ken fudaoka / SEORANG PEREMPUAN YANG BERJALAN DI ATAS AIR

147. Bella Vlinder + Mimpi Ayah

148. ghoni febri + Selamat Jalan Kawand!!!

149. Samsi Slice Nurul + Dalam Hati Saja

150. Eka Asokawaty+Penantian Pedihku

151. Nisa Nuraeni + wajah kekasih

152. Artyn souhara+Ketika Rindu Kehilangan Sayap

153. Patta Hindi Azis - Istana Pasir Nayla

154. ENDANG SSN_KASTURI SANG BIDADARI

155. Rosintan Hasibuan - Penantian

156. Bangau Putih - Miss You Mom

157. Aii Chubbycobek Child - Aku Rindu Mama!

158. Hafsahhafid abudaedah - sandiwara hidup

159. Dian Sukma Kuswardhani - Seteru Rindu

160. Muhammad Maula Nurudin Al-haq - Merindu dalam Dhuha

161. Dodi Ahmad Setiawibowo - Goodbye Pulau Seribu

162. Rissa Aulian - Lorong Kerinduan

163. Vari N'dah - Last Rays "Bintang"

164. Kurma Andonesi - Rindu Rena

165. Riistaliiah Ninaddicted One'fvenLy - Hanya Tuhan Yang Tahu Betapa Aku Sangat Menyayangimu

166. Ari Kurnia - Indahnya Sentuhanm

167. Repita Hadi - SURPRISE

168. Sabrina Sarenzz - Pagi ini Ceritakan Ingatanku

169. Ina Apriastin Arok - Air Mata dan Kerinduan di 2 Juli

170. Iman Adhar Perkasa - Sahabat, Kenanglah Cerita Kita…

171. Rikaa Nurrizkiana - Sebutir Pasir Berharga

172. Laksmi Satiti - 18.25

173. Rahmadhanis Dhaniz - Tegarlah, Sahabatku

174. Yossy Yuliana - AKULAH PEMILIK ABADINYA

175. Irvan Si Bmi Tokigarachi - Ku Ingin Bertemu Denganmu, Oh Ibuku!

176. Wicha Spicca Breeze - Hadiah Terindah

177. Noer Abdilah - kerinduan dari gang kecil

178. Gayatri Rajapatni - Kembali

179. Sarni Al-boegisy - Simungil Besta

180. Dwitya sobat ady dharma - Gunung, Pelangi, dan Embun

181. Karina Ai-chan Kurnia - Sang Penyiar

182. Iis Ambar Mawarini - Aku Menunggu mu di Masjid itu

183. Pretty Angelia Wuisan - Rindu Lautan

184. Faricha Hasan - Waktu Berbalut Rindu

185. Sugar Candy - Apa Kau Tak Ingin Pulang

186. Eka Putri Hapsari - Penyesalan

187. Yulina Trihaningsih - HARI KETIKA AYAH DATANG

188. Tika Artiwi - Rindu Saat Kehilangan Dirimu

189. Margi Permono - NADYA

190. Chacha Diana - keputusan menyakitkan

191. DALASARI PERA - PEREMPUANKU

192. Firyal Syfanoza - Rainbow

193. Yunita ardytha, kopi hitam - mengenang senja

194. Sophie Maya - CERITA YANG TIDAK DIKETAHUI

195. ASEP HERDIANTO - TERSUNYIKAN SEPI

196. Sri Subiyanti - Tiga Jam Terakhir

197. Nikmatul Khoiriyah (riri khoiri) - JINGGA DI ATAS LANGIT

198. Shiwi Alshillovato Sindhunata - Derai Air Mata di Batas Luka

199. Dewinta Mabara – Andai Aku Jujur

200. Sasha Sha NaeAlmightyonkey D'kazhfackyrha - MENEMANI MALAM

201. Eko Aditya Rifai - Membersamai Tasbihnya Sakura

202. Naya Latief - Pintu Gerbong di Stasiun

203. Darraa Anera LeejinKi - BECAUSE MY BIGGEST GOAL

204. Bunda mala - Lenyap di Ujung Wakt

205. Maria Ulfa - OH, MALAM!

206. Ukhti Khaulah Naqiyyah Farhana - Terdukung semesta

207. Sinatrya Mayapada - Anak Pantai Cianjur Selatan

208. Sofi Bramasta - KUTINGGALKAN TANAH AIR SAAT IBU PERGI

209. Greta Ara - Putri Rembulan

210. Wie Maeda - Di Tapal Batas Penantian

211. Aina al-Azmi - Terima Kasih, Lena Adella

212. Pertiwi Irasaputri - RINDU TERPENDAM

213. Dede Yunita Putri - Rumahku Dahulu

214. Dedej Fidelis Sinabutar - Delusi

215. Nabilla Vidya Ulfa - Mimpi Untuk Sebuah Nama

216. Priscilla Cinchia JeNkins - Karena Ini Sakit, Sungguh

217. Kun Sila Ananda - Jauh Dalam Ingatanmu (FF 400 Kata)

218. Arief Hanifan - Dari Sebuah Paku dan Palu (Ayahku) 2.0

219. Ayoemichan Fishy Flammagnaealmighty - Kalah

220. Dewi irianti - Setangkai Ilalang Rindu

221. Haris Firmansyah Hirawling - Harry Potter yang Menyatukan Kita

222. Tiara Vista Ramadhani - Kamu Meninggalkan Aku, Reno)

223. Putri Kusumawardhani - Pengganggu yang Tersipu Malu

224. Mardiansyah Ntx - SISI LAIN HATI

225. SANTI ASTITI - HATI YANG TERLUKA

226. Tien Tarmorejo - RINDU YANG MATI

227. FB: Shinta Wedari - Bahagia Melepasmu

228. Skylashtar Maryam - HILANG ENGKAU

229. Fi Nofriani - Menggenggam Dua Rindu

230. Indah T Pradita - Rindu Buat Bayu

231. Siti Rahayu - Masih Rindu

232. Indriani Indree - Rindu Lelakiku

233. Daee' Ways Blues - Rain Is My Story

234. SOFIATI MUKRIMAH - Dia Sebelum Dia

235. Afief Al Khawarizm - Melukis Malam di Heidelberg

236. MURTI YULIASTUTI - DIA TAK PERNAH PERGI DARI HATIKU

237. Annas Tupank - Tuhan, selamatkanlah Marya

238. Cicik Sri Winarti - Cempluk

239. Diah Ardiyanti - Semur bandeng ala nenek

240. Rifki Asrul Sani - I'm Sorry...

241. Santri Nurhafni - Pada Senja ke_Lima

242. Ry Fitri Keehl - Akasia, Cinta yang Diam

243. Fitria aini - lukisan lama

244. Munadry Aslam - Menanti Hujan

245. Dini Kaeka Sari - Bulan Wangi Sigerat

246. Maw' Zzha - Dari Rindu-ku

247. Dina Layla - Kembalikan Rara

248. Doni Suseno - CINTA DALAM TELUR TIGA LILIN

249. Aini Nur Latifah - Separu jiwaku terbang bersamamu

250. Tris Anova Arlim - Sisa Cinta

251. Indah Kartika Hari Wijaya - Yang hilang dan dirindukan

252. Veronica Fany - Senja

253. Marshya Aiank Putri - Another Long Night Without You by My Side

254. Elisabet Regitta Widyaningrum - Bolehkah

255. Aulia Ramadhani - Ksatriaku

256. Mutagoyyarun Daimun - Ibuku dan Kucing Kecil

257. El Mukarrima - Kota Mesin

258. Profesor entung - Rinduku eyang

259. Yurmawita Adismal - Padamu Purnama, Aku Titip Rindu

260. Michan Km Bisa - Permata Itu Bernama Puspita

261. RIRI MARETTA - OH MAMA

262. Lucky Andrean Sanusi - Langit Rindu Bermahkota Kehilangan

263. Ayuu Feat Ayuu - Senyawa Pilu Jui 2006

264. Dian Novitriani - Cinta yang Tidak Disadari

265. Nurjannah Jaimbum - Kepulanganku dan Kepergianmu, Bunda

266. Dian Indra Rini - Rasa Itu Ada Karena Engkau

267. Ismi marwiah - MESKI SEKERJAP SAJA

268. Misri An - Jarak

269. Akarui Cha - Goodbye Lovely

270. galuh kencono wulan - Dengan Atau Tanpa Mas Tian

271. Paras Tuti - Getar Cinta Dalam Tautan Awan

272. Pascha Lian - Serpihan Cahaya Duka

273. Muhammad Syafri - Aku Panggil dia "Ayah"

274. MONITA DEA ETIKA SARI - SENYUMAN UNTUK SEPASANG MERPATI

275. Novia Valentina - Jiwa-Jiwa yang Merindu

276. Alvian Hanandi - FLOWER WITH BUNGA

277. Triana Iyha Nakho - Rindu Merah Jambu

278. Tia Marty - Percikan Rindu Yang Tertinggal

279. Suci Wulandari - Decision

280. Minah ElRhasyiediy Syalalabibeh - Slayer Itu Masih Wangi

281. Qurrata Ayunin - Kurasa Cintamu Telah Hilang

282. Fida Hasna Karimah Aulya - Aku, Kakak dan Derita

283. Andi Sri Suriati Amal - Mengeja Rindu Saat Melepasnya Belajar

284. An Trianasari Nahl - Izinkan aku menemukanmu dengan penaku

285. Mieny Angel - Gerbong 3

286. Lisi Septini – Kehilangan Rindu

287. Aisyah Lsety Lina - Mbak Ratna Pergi

288. Dira Ernawati - Saat Kucari Arti Rindu, Ternyata itu Kamu

289. Efrita Purba - Membunuh Cintaku

290. Shitie Fatimah Maniezz - Sepetak Rindu

291. Tiara Tya Andini - Tiga Hati, Aku Rindu Lagi

292. via silvianis - air mata putri

293. Mentari Nadya - Mencari Cara Mencari

294. Fadhli Al-Kareem - Buku tua lusuh d balik tokoh

295. ACHMAD AZIS ALFIAN - Kerinduan atas Kepergianmu

296. Adnanda Findika Pradana - True Love

297. Aisyah Lsety Lina - Mbak Ratna Pergi

298. Ali Iskandar Dziky Al-banna - Boneka adikku

299. Alina Sitha - Ayah, I Love You

300. Amadea d'Lavigne Crossbonez - Rindu Kampung Halaman

301. An Dhika - Menutup Tahun, Di ujung Kenangan

302. Ananda Mutiara - Salahkah Aku

303. Angin Laut - Tentangmu

304. Annisaa Fitrah - Di Tanah Merah Basah

305. ARIF WICAKSONO - KU TELAH MENJATUHKANMU

306. Arif Zunaidi Riu Aj - Hujan Semalam

307. Arivatu Ni’mat - Dia Tak Tahu Siapa Dia

308. Asep Supriyadi - Kehilangan barang berharga

309. Asih Sut - Menemui Ibu

310. ASMA IYAH - GAMIS BIRU BUAT NISA

311. Asri Fitriana Damayanti - Rindu Sang Gadis

312. Asyifa Qirani - H&M

313. Atiqoh Hasan - Selembar Kertas

314. Baybeh theena - teman curhat sesaat

315. Chandra Ayudiar Arie – Kau yang pernah tahu

316. Chandra Soekotjo - Potret

317. Citra Ravino - Rasaku

318. Daniel Dh - Terakhir

319. De Cassandra Feehily - Putih Pun Gelap

320. Della Nurshanti - Oh, Rindu!

321. Destaayu Wulandari - Ayah tak Pulang, Nak

322. Deva Del Amor - Embun kerinduan akibat SARS

323. Dheen's Ruang Putih - Rindu Dalam Saku

324. Dhezty murazakie - Dia

325. Dyah Iffah Novitasari - Time Limit

326. Een Thea - Detik-detik Terakhir

327. Eka Nur Susanti - Kepergianmu

328. EL - Az - Hingga Akhir Waktu/ Mbak

329. El Fasya - Mawar Putih

330. Elly Nurlaili Al-ubaidah - Kebebasan yang hilang

331. Eni 'shabrinaws' pacitan - Rindu itu adalah Kamu: Cekele

332. Eta Etata - Dia yang Terperdaya

333. Eva Latifah - Kau Tak Terganti

334. Evi Andriani - Melukis Rindu

335. FAIHA ANSORI - RINDU UNTUK ADINDA

336. Faiz Faza Faizah - Suara Rindu yang Tertinggal

337. Fandita Tonyka Maharani - Akasia di Balik Jendela

338. FAUZIAH HARSYAH BUTET - MENDUNG KEMENANGAN

339. Febrisa Irawan - Pilihan

340. FITRI AMALIYAH BATUBARA - MENGEJA RINDU NAYRA

341. Fitri ramdhaniyah - Dan Biarkan Aku Merindu

342. Fredy Setiawan - Asap Merayap

343. Frozen Sphere - Surat Rinduku

344. Fuan Arencsid Fauzi - Key Hole

345. Garin'ririn' Rahma Winanti - Karena Bersyukur Telah Mengibati Rasa Rinduku

346. Ghofar El Ghifary - Cinta Satu Malam

347. Gisa Putri - Sudah Titik

348. Happy rose - fireflies coffe

349. Havita rahmawati - Mei Lan

350. Hayyu Alynda - Refleksi Aurora

351. Heksa Biopsi - Saat Mimpi Harus Usai...

352. Hendro Prawidianto - Penyesalan Lelaki Tua

353. Hilal Ahmad - Layat

354. Hilmi 'hyfh' Tazkiyagnezzious - Guratan kesedihan

355. Hypoglossus Juni Hurairah - Perjodohan Nayla

356. Ikha Purnama Tsari – “Bunda, maaf...”

357. Ilma Alyani - Kakak

358. Indri Fitria - Titik Emak

359. Ingat Tentangmu - Avilian Anggera

360. Iraa-Takishima Keibieber C-Nuraga - Pesawat Kertas Untukmu

361. IsLami Dina 'Poe' - Rintik dari Mata Bunda

362. JAZIM NAIRA CHAND - JEJAK RINDU DI ALTAR PEPASIR

363. Juliardi Ahmad - KEKAL

364. Khoirul Umam - Jiwa Arema untuk Adikku

365. LIA HERLIANA - PERIH DI HATI YANG SENJA

366. LINA M. Komaruddin - PAMIT

367. Linda Astri Dwi Wulandari - Rindu Calon Suamiku

368. MaaUu TaUu AdJaa - Surat Tuan Gatot

369. Masyithah 'L' Vian - The Last Word

370. MbakTimangunkusumorohjinawi Tutwurihandayanii - Rain and the black umbrella girl.

371. Mega Anindyawati - Akhir Penantianku

372. Meraih Sukses - Redupnya Pesona Nuur

373. Mey Zusana - Ala

374. Millaty Win - Berwajah (Si) Rindu

375. Muhammad Ali Musthofa - Sahabatku Pergi Lagi

376. Mujahidah Amirotun Nisa - Menanti Senja

377. Mulia Mustika - Seribu Burung Kertas

378. Nadia Maulana - Bulir Rindu di Sela Hujan

379. Najmi yang faqir ilmu - Senja di ufuk barat

380. Nama Ku Yuyun - RINDU UNTUKMU

381. Nandini Listya - Kesempatan untuk Menyayangi

382. Nano Anggoro Palguno - Gadis Senja

383. Nasdianur Irawan - KAMI BANGGA PADAMU, AYAH

384. Nera Ajjah - Aku Rindu dan Kehilangan

385. Nor Anisah-Sakura Arizuki - Masih Menunggum

386. Noviarifianiarifin – Bukan Pengganti

387. Nungsanti Sastraatmadja - TAMAN CINTA

388. Nunu El-fasa - Memory Jalan Setapak

389. Nur Azizah Eka Wardhani - Cerita Selasa

390. Nurhudayanti Saleh - Ungkapan Dari Hati

391. Nurul atika - selembar kertas

392. Pesona Mimpi

393. Pipit Cuitt - "Kehilanganmu"

394. Polaris ajja - Bintang itu

395. Poppy Dea Bertha - Dilema Alena

396. Qatrinnadya Primananda - Tak ada lagi 140 karakter

397. Qurotul Ayun - Ketika Rindu Bercerita

398. R Fadhilah Jambak - Penyesalanku

399. Rachma Lestari - Meski Bukan Untukku, Maukah Kau Kembali?

400. Rafif Amir Ahnaf - Lelaki dalam Mimpi

401. Raghilia Amanah - RINDU PUTIH ABU-ABU

402. Randi Hari Putra Chaniago - Aku Rindu Mama

403. Ratih Eka - Aku dan Pupe

404. Ratri Kencono Wungu - Ijinkan Aku Meminta Mimpi Malam Ini

405. Ratu Marfuah - Sahabat, masih adakah aku di hatimu

406. Retno Handini - Hilangnya separuh hatiku

407. Rhanthy Hapssary - HOPELESS

408. Ria Rizki Amalia - Tentang Ibu

409. Rini Setianingsih - Mencari yang Hilang

410. Risma nur al - ghazalah - RINDU YANG TERABAIKAN

411. Riyantika Sussi - LOVE'S WAY

412. Romy Sukma Bangsa - Di Tiap Koordinat

413. Roni Riyadi - Mengamen Demi Cartenz

414. Rosa D Panda - Sayap

415. Silfia Elly Oktaviani - Aku Ingin Menjadi Pohon

416. Siluet senja - Siluet senja

417. Sukma Al-Jaylani - Kiran

418. Syari VaQoth - kunangkunang di mata peri

419. Syofia Farida - Pergilah Ris..!

420. Tangkas Sinaga - Duka Sang Pelayan

421. Telaga Mega Cynthia - FREEZY DEW

422. Thiffa sang pemimpi - titip rindu buat ayah

423. Tiara Irena - Hime Warm Winter

424. Triana Candraningrum - Dendam Merah

425. Triana Dewi - Sesal Berbalut Rindu

426. Ty San Huh - TERDAMPAR

427. Ummu nazma Hermawan - Gadis Mawar Putih

428. UNGU LIANZA - Nasi Sayur Tempe Punya Cecep

429. Vera Yudita - Rindu Tak Berujung

430. Vhera "phey" Fauzyiah - Dua Dunia

431. Vicky Victoria - Admire

432. Wafiyyatunnisa Asy Syu'lah - JODOH

433. Whisnu Febry Afrianto - Selamat Ulang Tahun

434. Widy astutik tanaya - sekerat roti lapis di ranukumbolo

435. Wilaga Azman Kharis - Tanah Lindur dan Pohon Racau

436. Winda A Pravita - Senyum Senja

437. Winda Krisnadefa - Janji Mister Bunny

438. Windy - Tangis Untuk Sahabat

439. Witrie Rahajoe - MY SOULMATE

440. Yathi Hasta - Kado Ulang Tahun

441. Yuliasti Ika Handayani - "DINO"

442. Yuri Han Youngra - I'm Sorry, I Miss You

443. Levana Surya + CERMIN KENANGAN





Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada beberapa naskah yang tidak bisa diikutsertakan dalam lomba ini karena naskah masuk lewat dari pukul 00.00. Naskah tersebut antara lain:

1. Kşatria Pelanği , Seonggok Cinta Di Tamansari

2. Leila Rizki Niwanda - Dengan Seulas Senyuman

3. Naffstradiv Azizah Fadhilah+AKU HANYA INGIN MEMBUATNYA TERSENYUM



Harap dimengerti bahwa peraturan telah ditetapkan, dan panitia mencoba memberikan perlakuan yang adil kepada semua peserta





LAIN-LAIN:

1. Harap cek apakah nama anda sudah terdaftar di daftar peserta
2. Harap cek nama anda dan judul naskah, jika ada kesalahan silahkan inbox saya
3. Sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan panitia dan Leutika Prio bahwa hanya 8 naskah yang akan disisipkan dalam buku Tulisan di atas Pasir – deluxe edition.
4. Pengumuman pemenang tanggal 10 April 2011 (malam).
5. Saya sangat menghargai apresiasi dan antusiasme teman-teman semua. Terima kasih atas partisipasi dan kesediaannya untuk memeriahkan event ini. semoga akan ada event menulis lainnya yang bisa diselenggarakan nantinya. Terima kasih :)



Tinggal menunggu pengumuman ya...

Doakan panitia yang akan bekerja keras menyeleksi naskah. Terima kasihhhh......

Minggu, 13 Maret 2011

















Nggak cuma buat para jawara…

Mau pemula, mahir, yang sudah maupun belum pernah ikut lomba sekalipun…

Ikuti “Event Menulis Flash Fiction bersama Leutika Prio dan buku Tulisan di atas Pasir”



Ketentuan umum:

1. Lomba yang diadakan adalah lomba menulis Flash Fiction (cerita singkat). Info tentang Flash Fiction klik disini http://www.facebook.com/note.php?created&¬e_id=200031926682348#!/notes/robin-wijaya/apa-itu-flash-ficiton/200031926682348
2. Naskah harus asli. Bukan terjemahan, saduran atau mengambil ide dari karya orang lain.
3. Peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 karya terbaik.
4. Naskah belum pernah dimuat atau dipublikasikan di media apapun (cetak maupun elektronik), dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
5. Naskah yang masuk menjadi hak milik panitia.
6. Tema cerita yang bisa diambil adalah tentang Rindu dan Kehilangan (boleh salah satu atau gabungan keduanya).
7. Tidak ada ketentuan khusus dalam berbahasa, asal tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
8. Diperbolehkan menggunakan bahasa asing dengan syarat dicetak miring dan komposisinya tidak lebih dari 20% dari total kata yang ada dalam naskah
9. Lomba dibuka mulai Sabtu, 12 Maret 2011 dan berakhir Kamis, 31 Maret 2011 pukul 24.00 (total deadline 20 hari)
10. Peserta memposting materi lomba ini dan banner lomba dalam catatan facebook, dan men-tag minimal 25 orang ( termasuk FB Robin Wijaya http://www.facebook.com/profile.php?id=1028455780 ). Dengan berbagai pertimbangan, peserta tidak perlu mentag FB Leutika Publisher/Leutika Publisher Dua/LeutikaPrio.





Ketentuan khusus:

1. Naskah diketik dengan Microsoft Word 2003 format: Kertas A4, spasi 1,5, Times New Roman 12, margin default.
2. Panjang naskah adalah 300 – 400 kata (tidak termasuk judul).
3. Sertakan biodata narasi singkat (100 kata) dibawah naskah.
4. Naskah dikirim ke e-mail: robinwijaya.leutikaprio@yahoo.co.id, attach file, word document. Subject e-mail : Nama FB Penulis + Judul Naskah (mohon tidak mengirim naskah di badan e-mail).





Lain-lain:

1. Pemenang diumumkan 10 April 2011.
2. Akan dipilih 3 pemenang utama dan akan mendapatkan hadiah Paket Buku dari Leutika Publisher senilai 210 (@70rb) judul tidak bisa memilih. Hadiah akan dikirim ke alamat wilayah Indonesia.
3. 5 pemenang harapan bersama 3 pemenang utama (total 8 naskah), karyanya akan disisipkan ke dalam buku “Tulisan di atas Pasir – deluxe edition”.
4. Pemenang tidak akan mendapatkan royalti dari naskah yang disisipkan dalam buku Tulisan di atas Pasir – deluxe edition.
5. Juri yang akan menilai naskah adalah penulis (Robin Wijaya) dan redaksi Leutika Publisher/ Leutika Prio.
6. Keputusan dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
7. Event ini disponsori oleh Leutika Publisher dan Leutika Prio.
8. Pertanyaan dan informasi, silahkan e-mail ke: robinwijaya.leutikaprio@yahoo.co.id, atau inbox ke FB Robin Wijaya.





Ayo… Ayo… mulai menulis dari sekarang…

Siapa tahu naskahmu yang bakal jadi pemenang ^^

Apa itu Flash Fiction?

Flash fiction sering disebut dengan nama lain “sudden fiction”, “micro fiction”, “postcard fiction” atau “short-short fiction”. Jenis fiksi ini adalah sub-genre dari cerita pendek (cerpen). Ciri khas dari genre ini adalah jumlah kata yang lebih sedikit. Cerpen yang biasa kita kenal memiliki jumlah kata berkisar 2.000-20.000 kata. Sedangkan flash fiction memiliki jumlah kata kurang dari 2000 kata, sehingga secara umum flash fiction yang ditulis akan berkisar antara 250-1500 kata. Sebagai panduan, biasanya flash fiction dimaksudkan untuk dibaca sekejab (flash), atau sepuntungan rokok.



Karena jumlah kata yang sedikit, seringkali flash fiction berbeda dalam elemen pembentuk cerita. Kalau dalam novel atau cerpen tradisional misalnya kita bisa membuat karakter baik protagonis, antagonis, setting, konflik, dan penyelesaian, seringkali karena sedikitnya kata yang bisa dipakai beberapa elemen ini bisa hilang.



Sebenarnya flash fiction sudah ada sejak lama, namun perkembangan internet dan blog yang menghendaki karya yang terus menerus diupdate maka flash fiction mulai mendapat tempatnya. Kemudian beberapa majalah mulai memuatnya, dan kemudian mulai merambah buku.



Versi lain dari flash fiction adalah micro fiction atau short-short fiction. Berbeda dengan yang lain, kalau kita membuat micro fiction maka semua elemen cerita harus muncul, yaitu karakter, setting, konflik dan penyelesaian. Ini lebih repot lagi. Kadang-kadang kalau dibaca, micro fiction ini malah terasa seperti puisi dalam bentuk prosa. Microfiction ini memiliki jumlah kata berkisar 300 kata.



Microfiction sudah pendek, ternyata ada yang lebih pendek lagi yaitu nanofiction. Nanofiction berasal dari istilah yang diperkenalkan oleh R. Sean Borgstrom untuk mendeskripsikan sesuatu yang dipakai dunia game. Mungkin beberapa tahun lalu kita pernah gemar memainkan permainan karu Magic:The Gathering. Kalau dilihat di bagian bawah kartu tertulis beberapa kata yang menceritakan tentang karakter yang ada pada kartu. Seperti itulah nanofiction. Walaupun cuma separagraf, kata-kata yang tercantum dalam kartu tersebut mendeskripsikan motif, atmosfer permainan, dan latar belakang karakter tersebut.



Beberapa jenis flash fiction terbentuk berdasar jumlah kata yang boleh dipakai. Misalnya 55 fiction dimana jumlah katanya harus 55 kata. Tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang (tidak termasuk judul). Kemudian ada Drabble dimana jumlah katanya harus 100 kata. Kalau dipikir-pikir, repot juga kalau harus menulis dibatasi sebanyak sekian kata. Semua kata harus dipikirkan kegunaannya supaya efektif. Tidak boleh membuat tulisan dengan gaya mendayu-dayu, karena bisa membuat kata-kata yang dipakai bertambah banyak.



Sumber: http://longjournal.wordpress.com/2008/05/11/apa-itu-flash-fiction

Kamis, 10 Maret 2011

Aku Saja

Pagi berawan, matahari tak berani menantang barisan kapas putih di langit yang menghalangi sinar keemasannya. Seorang perempuan berjalan keluar rumah dengan sebuah kado yang dibungkus kertas warna merah muda yang lembut dan pita bersimpul.
Berjalan melintasi teras yang lembab karena embun. Ia memeriksa polesan pada wajahnya melalui cermin kecil. Khawatir riasannya tidak sempurna setelah berjalan mondar mandir di dalam rumah.
Dengan langkah yang tidak terburu-buru ia menggengam kunci mobil. Membuka kunci otomatisnya hanya dengan sekali tekan, masuk ke dalam, menghidupkan mesin dan melaju melintasi jalan. Sebuah pesta pernikahan menunggunya di seberang sana.

* * *


Pesta berlangsung cukup meriah. Sepasang lelaki dan perempuan berdiri di pelaminan. Menerima setiap jabat tangan dan ucapan selamat dari setiap tamu yang datang.
Rona bahagia terlukis di wajah keduanya. Pernikahan adalah hal paling sakral yang diimpikan banyak pasangan. Menjadi akhir dari sebuah perjanan sekaligus awal dari hidup yang baru. Pelabuhan akhir dari pelayaran yang panjang sekaligus langkah baru setelah kapal menepi. Tak heran hanya ada satu kata yang terlontar dari mereka yang telah mengalaminya, bahagia.
Si lelaki dan perempuan bertatapan mata beberapa kali. Saling mengagumi pasangan masing-masing yang tengah berdiri di sampingnya. Mereka cuma mau bilang, aku sangat bahagia hari ini.

* * *


Seluruh pasang mata memandang perempuan cantik dengan gaun yang anggun berjalan melintas di tengah kerumunan.
Gaun hitam panjang yang tersibak menyapu lantai bersanding dengan tata rias dan rambut yang menawan. Tanpa memedulikan orang-orang disekitarnya ia berjalan sendirian mengukir senyum dengan tangan menggenggam kado yang berbalut kertas merah muda dan simpul pita yang cantik.
Langkah nya tidak dibuat-buat, wajahnya yang putih halus dan kulit bak porselen memandang pasangan yang ada di pelaminan. Senyum kecilnya, terlihat punya arti. Ia naik dan memberi sapaan pada kedua orang tua mempelai.
“Selamat ya tante.” Ucapnya.
Yang diberi selamat hanya memandang dengan ekspresi kurang senang.
“Selamat ya Om. Selamat ya…” ia melanjutkan, tak peduli dengan tatapan sinis si orang tua mempelai laki-laki.
Kedua pengantin memandang si tamu yang ‘menarik’ perhatian banyak orang ini. Ia menjabat tangan si lelaki. “Selamat ya, aku ikut bahagia.” Ucapnya.
Beberapa saat mata mereka bertemu, memandang penuh arti. Senyum dari si tamu yang tak berbalas apapun. Kemudian suara si lelaki menjawab pelan, “Terima kasih.” Itu saja.
Giliran ia menyalami si perempuan, mencium pipi nya kanan dan kiri, ketika pipi mereka saling bertemu, sebuah suara berbisik di telinga si perempuan. “Suami mu tampan, jaga dia baik-baik.”
Tak mengerti dengan maksud si tamu, ia hanya mengangguk, mencoba bersikap wajar dan tersenyum meski terlihat sedikit bingung. “Oh, terima kasih ya.”
Si tamu memberikan kado yang ia bawa, mengulum senyum yang tak pernah lepas sambil meninggikan leher nya yang jenjang. Lalu ia turun dari panggung kecil pelaminan. Berjalan tanpa menoleh sedikit pun, dan (kembali) menjadi pusat perhatian.
Tak mencicipi barang sepotong kue pun atau sepiring kecil hidangan, ia berlalu meninggalkan ruang resepsi pernikahan ini. Bisik-bisik tamu lainnya yang membicarakan kehadiran tamu ‘istimewa’ini mengantarkannya pergi meninggalkan gedung. Tujuannya sudah selesai.

* * *


Esoknya. Di sebuah rumah yang teduh dengan pepohonan di sepanjang jalan komplek. Seorang wanita muda memekik keras dari dalam kamar. Seisi rumah dibuat terkejut hingga berlarian menghampiri si pemilik suara yang terdengar histeris.
“Ada apa nak. Kenapa?” Ibu paruh baya itu bertanya pada menantunya.
“Kenapa Sayang?” tanya si suami ikut menghawatirkan sang isteri.
Di lihat nya kertas kado yang sobek-sobek tak karuan. Isi dalam kotak berhambur keluar seperti di lempar begitu saja. Bercampur bersama tumpukan kertas kado lainnya dan sobekan-sobekan amplop yang telah dibuka sebagian dari jumlah yang ada.
“Apa ini? Apa arti semuanya?” tanya si isteri.
Sang suami bingung melihat wajah marah isterinya. Baru 1 hari mereka menikah, kemarahan sudah meledak tak terbendung. Ia menatap ceceran kertas dan beberapa lembar foto yang ada di dekat si isteri. Dan sebuah kertas lusuh yang telah diremas-remas yang ada dalam genggaman si isteri.
Ia meraihnya. Membuka lembar kertas yang hampir remuk terkepal. Dilihatnya dengan seksama. Ini… surat cintaku dengan dia.
Sambil menangis si isteri melempar kotak yang ada dalam pangkuannya dan berlari keluar kamar.
“Nak, kamu mau kemana. Tunggu dulu…” mertua nya mencoba mengejar, berlalu dari kamar. Nafasnya terbuang kesal saat menatap wajah anak nya yang terduduk mengambil kotak yang jatuh dari pangukan si isteri.
Isi kotak yang berserakan itu dikumpulkannya. Satu per satu dilihatnya. Sambil menggerutu kesal ia mengucapkan sumpah serapah kebenciannya pada mantan pacarnya yang memberikan kado itu.
Kado istimewa, berbungkus kertas merah muda dan simpul pita yang cantik. Memuat isi yang membawa bencana. Di dalamnya diisi surat-surat cinta mereka semasa pacaran, foto yang pernah mereka abadikan saat berdua, beberapa di antaranya tentu mengundang emosi karena berisi seorang lelaki dan perempuan yang tengah berpelukan hangat atau berciuman mesra. Dan, satu benda lainnya, inilah sumber dari teriakan histeris si isteri. Sebuah test pack kehamilan, dengan hasil, positif.
“Perempuan sialan!” gerutunya kesal, mencibir sinis si mantan pacar.

* * *


Gaun hitam panjang tergantung di hanger, menggelayut panjang menyentuh lantai. Di tatapnya gaun tersebut lekat-lekat. Perempuan cantik yang duduk di atas tempat tidur dalam kamarnya tak mau membuang pandangan pada gaun indah tersebut.
Saat ia menandaskan alkohol dalam gelas berukuran kecil ponsel nya berdering dengan keras. Ia meraihnya, tanpa menatap nama si penelepon ia tersenyum puas, merasa sudah memenangkan satu babak darinya. Dan sekarang, waktunya mendengar kutukan demi kutukan dari si penelepon tersebut.
“Hallo…” sapanya dengan nada suara dingin.
Senyumnya semakin lebar. Kepuasan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Suara memaki terdengar keras dari earpiece. Mengucapkan kata-kata kasar yang tak pernah enak di dengar apalagi sampai ke hati. Ia tak peduli. Apapun yang dikatakan lelaki dari balik telepon itu tak akan pernah menggoyahkan pendiriannya apalagi menyesali semua yang telah ia lakukan.
Ketika telepon di tutup, ia tertawa keras. Merasa puas. Tapi menangis pilu setelahnya. Suaranya terisak. Sambil menyeka tetes air mata yang melunturkan riasan wajahnya, ia mengirim pesan singkat kepada si penelepon.

Aku tidak pernah rela kau dimiliki orang lain. Sesuai janjiku, aku datang untukmu dan keluarga barumu.

* * *


Kau tidak pernah tahu sakitnya sebuah kehilangan. Ketika mendengar nama orang lain terucap lewat mulut yang selama ini mengucapkan kata-kata indah, aku hampir mati rasanya. Sakit, menyayat, bahkan lebih perih dari dilukai silet ataupun pedang.
Demi Tuhan. Tak ada yang lebih abadi selain cinta yang kumiliki. Lalu kenapa kau pergi? Begitu saja. Setelah semua yang pernah kita alami dan pernah saling kita katakan sebagai sebuah janji. Kubilang kau gila, saat memilih perempuan yang tak lebih cantik dariku, tak lebih sempurna dariku, tak lebih dalam banyak hal dariku. Kenapa?
Dan aku makin hancur saat aku tahu tubuhku mengandung cinta yang kau tanamkan. Seorang calon bayi yang mungkin akan lahir tanpa ia tahu kenapa ia ada. Karena dosa kita berdua. Karena mulutmu yang terlalu manis untuk membuatku menyerahkan segalanya.
Sumpah, demi Tuhan! Aku tidak rela. Tidak akan pernah. Kalaupun kau harus bahagia. Aku tidak ingin kau memilikinya bersama orang lain. Aku hanya ingin kau memilikinya dengan aku. Aku saja. Bukan yang lainnya.
Demi Tuhan. Aku akan membawamu pulang kembali. Kau hanya akan memiliki aku. Aku saja. Itu janjiku.



Cerita ini adalah salah satu kisah dalam buku "Tulisan di atas Pasir"
penasaran dengan cerita lainnya?
order segera di www.leutikaprio.com
atau inbox ke FB saya : robinsharonanggia@gmail.com