Don’t judge the book by it’s cover, katanya begitu. Tapi kalo covernya saja sudah tidak menarik, ditambah judul yang tidak mengundang selera untuk membaca. Hmm… jangan salahkan pembaca dong kalo akhirnya menafikkan pepatah lama tersebut.
Well… untungnya Winda Krisnadefa dan Leutika Prio tahu betul bagaimana cara menarik konsumen. Pertama kali melihat cover buku berjudul “BlackBook” ini, langsung muncul kesan “ini lain daripada yang lain”, kehadiran cover hitam legam tanpa warna ini malah membuatnya eye catchy diantara banyak cover berwarna meriah. Ditambah judul buku yang membuat penasaran. Jadilah saya membacanya.
BlackBook menceritakan persahabatan Ayang, Amel dan Tomi yang sudah terjalin sejak SMP. Seperti kisah-kisah anak sekolah yang kita tahu, kemudian Ayang dan Tomi jatuh cinta. Status sahabat berubah jadi pacar. Tapi bukan semata-mata cinta yang jadi masalah mereka. Tomi jatuh ke dalam kasus narkoba. Direhabilitasi sampai dipindahkan dari kampusnya di Jakarta ternyata tidak membuat Tomi jera, malah ia menyeret Amel ke dalam kasus yang sama. Ayang yang berusaha mati-matian menyelamatkan Tomi dari barang haram malah dikacaukan dengan affair Tomi dan Amel dibelakangnya. Hancur, sakit, dan tak tahu apa arti ketulusan yang terabaikan. Ayang memilih pergi, tapi masalah muncul di saat yang bersamaan, Ayang mengandung janin buah cintanya bersama Tomi. Adakah jalan keluar untuk masalah yang mungkin membawa persahabatan mereka bertiga ke ambang kehancuran?
Masalah pelik yang diangkat Winda Krisnadefa dalam novel perdananya ini sangat khas remaja, bahkan mungkin saking khasnya kita seringkali lengah kalau hal seperti ini bisa saja terjadi pada diri kita atau keluarga kita. Fokus Winda yang menyoroti masalah narkoba patut diacungi jempol. Pastilah Winda telah melakukan riset dengan sangat baik sampai bisa menggambarkan dengan persis bagaimana si pengguna narkoba melakukan aktifitas mereka bahkan sampai istilah-istilah beken – which is cuma para user aja yang tahu – pun tertulis dengan sangat jelas. Konsep penulisan ala buku harian juga membuat pembaca tidak lelah, seperti… kalau tidak tuntas hari ini, ya curhatnya dilanjutkan saja besok. Dan, jangan lewatkan ending yang tak terduga di akhir cerita tapi tetap masuk logika. Ayo, masukkan ke novel ini dalam keranjang belanjamu ya :)
Taruh rindu sejenak,biar kamu lupa sesaat. Besok, boleh lah jatuh cinta lagi. Tapi hanya padaku...
Senin, 25 April 2011
Recomendasi : Novel Éclair (Prisca Primasari) - Tak Ada Kesalahan Yang Tak Termaafkan
Saya sudah lama jatuh cinta pada sebuah negara bernama Russia. Negara besar yang punya banyak kisah dan keunikan. Legenda Anastasia, sejarah Dinasti Romanov dan keluarga Tsar Nicholas II yang begitu terkenal, keindahan Saint Petersburg dan gedung-gedungnya, Kremlin, Red Square, St Basil Cathedral yang seperti istana negeri dongeng, Matryoskha, Siberia yang dingin dan kereta yang melintasi jalur pegunungannya, dan banyak lagi. Jadi ketika mengetahui novel Éclair terbitan GagasMedia ini bersetting Russia, saya tidak ragu-ragu untuk membeli dan membacanya. Dan hasilnya, sama sekali tidak mengecewakan :)
Éclair bertutur tentang persahabatan Sergei, Stepanych, Lhiver, dan Kay. Karena sebuah kecelakaan di masa silam, persahabatan keempatnya terpecah dan mereka hidup terpisah. Dari semua perjalanan hidup mereka, Stepanych mungkin yang paling menderita. Didera rasa bersalah dan penyakit yang menggerogoti tubuhnya Stepanych seperti diambang harapan. Sergei – kakak Stepanych seolah mengetahui adiknya tak akan mampu bertahan lebih lama lagi melawan penyakitnya. Ia dan sang tunangan – Katya, berusaha membujuk dan mendatangi kedua sahabat lamanya - yang kini tinggal di New York dan Indonesia - untuk kembali ke Rusia dan bertemu dengan Stepanych kembali. Berkumpul, memaafkan, dan melupakan kenangan lama. Mungkinkah kesalahan di masa lalu termaafkan?
Thumbs up dihadiahkan buat kemahiran Prisca Primasari – penulis – yang menyajikan setting cerita dengan detail yang sangat jelas. Setiap tempat, hingga deskripsi ruangan dan ornamen-ornamennya membuat pembaca bisa membayangkan setting lokasi dengan hampir sempurna. Belum lagi alur yang dikemas dengan apik, ditambah sedikit potongan cerita ala detektif ketika Katya dan Claudine memburu pembunuh yang menyebabkan Kay di penjara, dan beberapa adegan bersetting Surabaya (Indonesia) dan New York. Meski jujur, saya kurang puas dengan ending yang pendek (masih betah berlama-lama menikmati pertemuan 4 sahabat itu sepertinya Pris, hehehehe…). But, anyway, tetap aja nggak mampu menahan saya membaca Éclair untuk kedua kalinya. Keren :)
Éclair bertutur tentang persahabatan Sergei, Stepanych, Lhiver, dan Kay. Karena sebuah kecelakaan di masa silam, persahabatan keempatnya terpecah dan mereka hidup terpisah. Dari semua perjalanan hidup mereka, Stepanych mungkin yang paling menderita. Didera rasa bersalah dan penyakit yang menggerogoti tubuhnya Stepanych seperti diambang harapan. Sergei – kakak Stepanych seolah mengetahui adiknya tak akan mampu bertahan lebih lama lagi melawan penyakitnya. Ia dan sang tunangan – Katya, berusaha membujuk dan mendatangi kedua sahabat lamanya - yang kini tinggal di New York dan Indonesia - untuk kembali ke Rusia dan bertemu dengan Stepanych kembali. Berkumpul, memaafkan, dan melupakan kenangan lama. Mungkinkah kesalahan di masa lalu termaafkan?
Thumbs up dihadiahkan buat kemahiran Prisca Primasari – penulis – yang menyajikan setting cerita dengan detail yang sangat jelas. Setiap tempat, hingga deskripsi ruangan dan ornamen-ornamennya membuat pembaca bisa membayangkan setting lokasi dengan hampir sempurna. Belum lagi alur yang dikemas dengan apik, ditambah sedikit potongan cerita ala detektif ketika Katya dan Claudine memburu pembunuh yang menyebabkan Kay di penjara, dan beberapa adegan bersetting Surabaya (Indonesia) dan New York. Meski jujur, saya kurang puas dengan ending yang pendek (masih betah berlama-lama menikmati pertemuan 4 sahabat itu sepertinya Pris, hehehehe…). But, anyway, tetap aja nggak mampu menahan saya membaca Éclair untuk kedua kalinya. Keren :)
Selasa, 19 April 2011
NOVELET KOLABORASI bersama teman-teman Group Untuk Sahabat
Dari semua event yang saya ikuti, pengumuman event ini yang paling saya nanti-nantikan. Why? Karena jujur, ini agak sedikit ribet nulisnya. Why (lagi)? Karena novelet ini ditulis secara duet dengan sistem estafet, which is nulis sendiri aja kadang udah susah, apalagi nulis sistem estafet segala yang belum tentu juga kita bisa nyambung sama ide tulisan teman kita sebelumnya.
Tapi justru disitulah tantangannya. Saya dan teman saya, Arien Ratih (kebetulan tinggal di Dumai), harus bertukar ide dan komunikasi lewat koneksi internet. Nggak ada tatap muka langsung, apalagi jalan-jalan ke toko buku bareng buat menggali ide (kebayang kan ribetnya).
Hampir sebulan setelah pendaftaran dibuka, kami masih belum juga menemukan ide. Akhirnya, iseng-iseng kami mengintip daftar peserta, judul dan sinopsis yang mereka buat. Dan, jujur semuanya bikin saya tambah lemas. Tapi dari situ jugalah kemudian muncul ide. Melihat banyaknya gaya tulisan dengan diksi dan bahasa yang berat, akhirnya membuat saya memutuskan mengusung tema dan gaya menulis yang berbeda dari peserta lainnya. Dan, nggak disangka-sangka nama kami muncul sebagai pemenang bersama 5 pasangan lainnya.
Mau tahu seperti apa cerita saya dalam buku ini? Sinopsisnya bisa dilihat di FB saya. Semoga teman-teman berkenan membaca buku yang satu ini ^^
Buku Antologi Non-Fiksi Pertama Saya
Sejujurnya, saya hampir tidak pernah menulis tulisan non-fiksi. Jadi begitu ada event Weekly Notes yang diadakan oleh penerbit Leutika, saya segera menyatakan "mungkin tidak akan ikut event kali ini".
Tapi ketika saya baru menyatakan absen, tiba-tiba saja saya melihat kardus yang berisi panci fresto milik Ibu saya yang kemudian menginspirasi saya untuk berbagi cerita lewat tulisan berjudul "Gaya Tipumu, Nggak Mutu". Ya, event yang kebetulan digadang dengan tema "kasus penipuan" ini memang benar-benar pernah terjadi di rumah kami. Alhasil, setelah duduk selama 1 jam saya berhasil menyelesaikan tulisan ini dan secepatnya saya kirim ke Leutika.
Diluar dugaan, naskah ini malah menjuarai event tersebut, dan setelah beberapa bulan menunggu buku ini terbit, akhirnya awal April 2011 kemarin, buku ini terbit juga ^^
Bersama 9 penulis lainnya, saya dan teman-teman menuangkan kisah kami soal penipuan yang memang kami alami sendiri. Banyak muatan positif yang bisa diambil dari buku (minimalis ini - karena design nya yang memang minimalis dan bukunya tipis. Tapi isinya dijamin padat kok. Hehehehe).
Well... semoga buku ini berkenan untuk dibaca ^^
Selasa, 12 April 2011
Bocoran... Bocoran...
Holla... Holla...
Event menulis FF bersama buku Tulisan di atas Pasirnya sudah lewat ya?
Congrats buat teman-teman yang naskahnya telah terpilih. Pencapaian yang hebat.
Dan buat teman-teman yang naskahnya belum terpilih, jangan berkecil hati ya. Tetap menulis dan berlatih :)
Well... sesuai janji saya, sebagai bentuk apresiasi untuk naskah-naskah yang dianggap menarik. Maka saya akan mempublish naskah-naskah tersebut setiap minggunya. Saya akan menghubungi penulis dan meminta persetujuannya untuk naskahnya dipublish dan dikomentari atau dijadikan sarana diskusi bersama. Setiap minggu akan ada 5 naskah yang dipublish. Jadi, sekali-sekali mampirlah ke FB saya dan blog ini karena kita bisa lihat naskah siapa aja yang akan dipublish. Semoga salah satunya tulisan teman-teman ya :)
Dan......
Beberapa minggu ke depan, akan ada event menarik lainnya lho.
Seperti apa?
Tunggu infonya ya.
Dan kali ini, hadiahnya adalah buku Tulisan di atas Pasir (versi lama). Lumayan untuk nambah-nambah koleksi bacaan kamu kan :)
Semangat berkarya, dan sukses selalu untuk teman-teman ^^
Event menulis FF bersama buku Tulisan di atas Pasirnya sudah lewat ya?
Congrats buat teman-teman yang naskahnya telah terpilih. Pencapaian yang hebat.
Dan buat teman-teman yang naskahnya belum terpilih, jangan berkecil hati ya. Tetap menulis dan berlatih :)
Well... sesuai janji saya, sebagai bentuk apresiasi untuk naskah-naskah yang dianggap menarik. Maka saya akan mempublish naskah-naskah tersebut setiap minggunya. Saya akan menghubungi penulis dan meminta persetujuannya untuk naskahnya dipublish dan dikomentari atau dijadikan sarana diskusi bersama. Setiap minggu akan ada 5 naskah yang dipublish. Jadi, sekali-sekali mampirlah ke FB saya dan blog ini karena kita bisa lihat naskah siapa aja yang akan dipublish. Semoga salah satunya tulisan teman-teman ya :)
Dan......
Beberapa minggu ke depan, akan ada event menarik lainnya lho.
Seperti apa?
Tunggu infonya ya.
Dan kali ini, hadiahnya adalah buku Tulisan di atas Pasir (versi lama). Lumayan untuk nambah-nambah koleksi bacaan kamu kan :)
Semangat berkarya, dan sukses selalu untuk teman-teman ^^
Senin, 11 April 2011
Pemenang Lomba Menulis Flash Fiction bersama Leutika Prio dan Buku Tulisan di atas Pasir
Hallo… Hallo…
Pasti sudah penasaran ya dengan pemenang Lomba Menulis Flash Fiction bersama Leutika Prio dan buku Tulisan di atas Pasir?
Hmm… siapa ya yang paling jago meramu tema rindu dan kehilangan lewat 400 kata saja?
Well… sebelumnya saya atas nama pribadi maupun panitia (juga mewakili Redaksi Leutika Prio) mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan antusiasme teman-teman dalam mengikuti event ini. Apresiasi tertinggi untuk keberanian dan kepercayaan diri dalam menunjukan karya teman-teman sangat patut diacungi jempol.
Dan, setelah melewati 10 hari masa penjurian, dari 443 naskah yang masuk, inilah 3 pemenang utama (nama FB dan judul naskah)
Romy Sukma Bangsa – Di Tiap Koordinat
Mega Anindyawati – Akhir Penantianku
Nur Azizah Eka Wardhani – Cerita Selasa
Pemenang berhak mendapatkan paket buku dari Leutika Publisher (judul tidak bisa memilih), dan tulisannya akan disisipkan dalam buku Tulisan di atas Pasir – deluxe edition
Dan, 5 naskah pilihan lainnya adalah:
Fredy Setiawan – Asap Merayap
Mieny Angel – Gerbong 3
Wicha Spicca Breeze – Hadiah Terindah
Lucky Andrean Sanusi – Langit Rindu Bermahkota Kehilangan
Edelwise Tsurayya – Purnama Tak Pernah Sendiri
5 naskah pilihan, tulisannya juga akan disisipkan dalam buku Tulisan di atas Pasir – deluxe edition.
3 orang pemenang mohon untuk menginbox nama, alamat lengkap dan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk pengiriman hadiah.
Naskah pemenang menjadi hak milik panitia dan akan segera diproses untuk disatukan dalam buku Tulisan di atas Pasir – deluxe edition (dengan editing lebih dulu)
Mengingat banyaknya buku yang akan diterbitkan oleh Leutika Prio, jadi… harap sabar menunggu sampai bukunya terbit ya ^^
Dan… untuk yang belum menang, jangan berkecil hati. Sejujurnya, ada beberapa naskah yang dinilai bagus dan menarik. Tapi, saya mencoba mengikuti prosedur awal perlombaan ini dengan hanya mengambil 8 naskah untuk dibukukan.
Sebagai bentuk apresiasi saya terhadap naskah-naskah yang masuk, maka saya memberikan 2 penawaran:
1. Tulisan tersebut akan saya publikasikan di catatan FB dan blog saya serta di beberapa forum komunitas menulis (tentunya dengan persetujuan pemilik naskah/ akan saya hubungi lebih dulu via FB). Tujuannya untuk publikasi karya penulis dan pengenalan penulis itu sendiri, serta akan dibuka diskusi bebas kepada teman-teman yang ingin mengomentari ataupun saling sharing tentang tulisan tersebut.
2. Atau, naskah tersebut dikembalikan kepada penulisnya (pemilik naskah menginbox saya sebagai keterangan bahwa naskah tersebut sudah ditarik dan pemiliknya tidak bersedia naskah tersebut dipublikasikan)
Jadi, setelah event ini selesai bukan berarti silaturahmi kita selesai juga. Silahkan kunjungi FB atau blog saya sekali-sekali untuk melihat tulisan siapa yang akan dipublish dan dijadikan diskusi. Kita bisa belajar dari teman-teman kita, saling memberi dan meminta masukan, berbagi tips dan yang lainnya.
Selamat untuk para pemenang, dan salut untuk teman-teman yang telah berani menunjukkan karya nya dalam ajang ini. Jangan berhenti sampai disini ya. Mari kita majukan terus sastra Indonesia. Tetap menulis, tingkatkan kreatifitas dan kualitas. Saya percaya, kalau kita semua tidak berhenti berusaha, suatu hari nanti kita akan ada di tempat yang sama, bernama puncak kesuksesan.
Salam ^^
*bocoran… bocoran… bakal ada event lainnya lho setelah event FF ini. Tunggu kabar.......
Langganan:
Entri (Atom)





