Minggu, 30 Oktober 2011

Jika Hujan Pernh Bertanya (Book Trailer)

Ini link book trailer "Jika Hujan Pernah Bertanya"

http://www.youtube.com/watch?v=X2jYlEoZ7yE



Kamis, 27 Oktober 2011

Mungkin kenangan terlalu sempurna
Hingga segalanya tentangmu, sulit dilupakan
Atau mungkin sebenarnya, aku yang tak mau?


Selamanya...

Jejakmu tak pernah hilang
Dulu, dan sekarang
Karena cinta berarti 'selamanya'


Rabu, 19 Oktober 2011

Newest of me "Jika Hujan Pernah Bertanya"






Aku tak pernah berpikir kalau segalanya akan berakhir padamu. Sejak dulu, sejak kali pertama kita bertemu, kau bukanlah satu-satunya yang kuanggap istimewa.

Kalau kubilang segalanya kebetulan, mungkin salah. Kalau kubilang itu karena takdir saja, mungkin tak selamanya benar. Ada hal lain, yang membuatku yakin dengan keputusanku. Kau melakukan sesuatu, yang mustahil bagi setiap orang.

Kau mencintaiku dengan hati, kau menatap mataku karena rasa, kau berucap dan melakukan semuanya bukan dengan kebanyakan cara yang mereka lakukan. Kau berbeda. Kau istimewa.

Bersamamu saja, aku yakin selamanya. Karena aku tahu, aku tak butuh wajah untuk dinikmati, aku tak butuh tawa untuk sekedar menyenangkan, apalagi penampilan yang bisa dibilang hanya memesonakan.

Ada yang lebih dari itu. Yaitu, hati dan kesetiaanmu. Bukankah tempat untuk mencintai secara pasti hanyalah ‘hati’? Bukankah dari ratusan kriteria yang aku cari sebagai sempurna, sebenarnya aku hanya perlu satu saja? Aku bukan mencari sesuatu yang lengkap, tapi pelengkap.

Kau adalah tempat terbaik untuk berbagi. Seperti awan yang setia pada hujan.

Minggu, 16 Oktober 2011

Hari Baru - the new part of life

Pagi lagi.
Senin lagi.
Hari yang baru lagi.

Gue masih curi-curi waktu sambil ngajar dan sambil ngerjain revisi novel yang belum kelar-kelar. Malam minggu kemarin, gue sampai begadang semalam suntuk di salah satu kafe yang buka 24 jam di daerah Senayan, buat ngerjain revisi ini sambil ditemenin 3 orang temen gue. Hasilnya lumayan banget, nyisahin 3 chapter tearkhir yang sekarang lagi gue cicil.

But, why I stop this worth project for a while and turn into my blog? Jawaban nomor satu adalah iseng. Nomor dua adalah mulai pegel ngetik dan mikir. Nomor tiga adalah wi-fi di kantor lagi kenceng banget (nggak penting ya, hahahaha), yang keempat adalah the latest chapter I write now is talking about new part of life si tokoh utama.

Pagi ini, sebelum mulai ngajar, gue sempet baca artikel yang ada di sekolah yang berjudul 'hidup baru setiap hari'. Artikelnya sederhana, cuma ngajarin kita kalo hidup itu nggak berakhir cuma karena hari berganti dari senin ke selasa, rabu dan seterusnya. Setiap hari, setiap kali kita bangun, setiap kali membuka mata, selalu ada something new yang udah nungguin kita. Nggak peduli apa yang terjadi kemarin, nggak peduli kegagalan kita dua hari yang lalu, nggak peduli kesalahan apa yang udah kita buat seminggu lalu. Setiap hari adalah hari baru dimana kita bisa memperbaiki segalanya, dan menggantinya dengan kualitas hidup yang lebih baik. Seperti yang terjadi dengan tokoh utama dalam novel yang lagi gue kerjain. He made a big-big-big mistake in his past and his marriage, which is kalo gue jadi isterinya mungkin juga berat banget buat gue maafin kesalahan si suami. Tapi si tokoh utama ini nggak nyerah, dia bilang ke isterinya, "kalo pun semuanya nggak bisa kembali seperti semula, paling nggak ijinkan aku untuk memulai sesuatu yang baru bersama kamu. The new part of us".

Nggak ada manusia yang bisa memaafkan dan melupakan kesalahan sampai seratus persen utuh. Sebesar apapun hati seorang manusia, melupakan sesuatu yang menyakitkan bakal jadi perkara besar yang sulit untuk dilakukan. Tapi, selalu ada kesempatan yang baru kan? Selalu ada awal, seperti pagi yang datang setelah malam pergi. Seperti hari yang baru setelah mimpi-mimpi yang tertanggal ketika kita bangun. And so is the life.

Well... masih di sela-sela waktu kerja. And I wish I could finish the novel soon. Udah nggak enak banget sama editor karena ngaret udah hampir dua minggu. Meskipun dia nggak nelepon-nelepon gue lagi, tapi nggak ditegor itu malah bikin jadi nggak enak sendiri loh.

And about the day...
Senin lagi. Awal yang baru lagi untuk minggu ini.
Hari baru lagi... untuk memulai, the new part of life...

Sabtu, 15 Oktober 2011

Up Where We Belong

Who knows what tomorrow brings.
In a world, few hearts survive.
All I know, is the way I feel.
When it's real, I keep my pray alive.
The road is long.
There are mountains in our way.
But we climb steps every day.
Love lift us up where we belong.
Where the eagles cry, on a mountain high.
Love lift us up where we belong.
Far from the world we know.
Up where the clear winds blow.

Some hang on to "used-to-be".
Live their lives locking behind.
All we have is here and now.
All our lives, out there to find.
The road is long.
There are mountains in our way.
But we climb steps every day.
Love lift us up where we belong.
Where the eagles cry, on a mountain high.
Love lift us up where we belong.
Far from the world we know.
Up where the clear winds blow.

Time goes by.
No time to cry.
Life's you and I, alive, baby.
Love lift us up where we belong.
Where the eagles cry, on a mountain high.
Love lift us up where we belong.
Far from the world we know.
Up where the clear winds blow.

Love lift us up where we belong.
Where the eagles cry, on a mountain high.
Love lift us up where we belong.
Far from the world we know.
Up where the clear winds blow.

(a song by Joe Cooker with Jennifer Warn)


Kamis, 13 Oktober 2011

Pagi Untukmu



Karena pagi untuk kamu...
Cinta yang tak pernah habis untuk dibagi.

Karena pagi untuk kamu...
Aku bangun, dan mencintaimu sekali lagi.

Karena pagi untuk kamu...
Kita pergi, dan berjanji untuk kembali ketika malam datang lagi.

Karena pagi untuk kamu...
Kita percaya, hati selalu menemukan tempatnya kembali,
meski siang adalah ujian,
meski sore membawamu tersesat,
meski malam membuatmu terlelap di tempat lain.

Tapi pagi adalah sama...
Kita terjaga, membuka mata.
Memulai hari baru lagi,
untuk kita...

Poem from "Jika Hujan Pernah Bertanya"





Pulanglah malam ini, jika tak ada rumah untuk kembali.
Ke hatiku saja.
Bernyanyilah untukku saat ini, jika tak ada suara sekalipun.
Aku mendengarmu.
Duduklah disini, jika kau lelah dan payah.
Disampingku saja.
Kau boleh menangis – seperti apapun yang kau mau, jika kau sedih.
Aku memelukmu.
Tertawalah, saat kau bahagia atas kemenanganmu.
Aku akan melompat senang, bersamamu.
Taruh lenganmu di pundakku, mungkin tak ada orang yang mau menopangmu.
Tapi tidak denganku. Aku mau.
Katakan. Katakan saja apa gundahmu.
Ceritakan. Ceritakan setiap apa yang kau simpan di hatimu.
Aku tak akan mengeluh.
Aku belum merasa lelah.
Aku belum mau meninggalkanmu.
Karena hanya aku, yang paling setia.
Tinggalah disini lebih lama lagi.
Bersamaku saja.
Berbagi kesetiaan.

Jatuh Cinta VS Mencintai

JATUH CINTA ITU ---- CUMA KASMARAN

MENCINTAI ADALAH ---- PERASAAN YANG SEBENARNYA