Jika Hujan Pernah Bertanya Officialy Selesai Ditulis :)

By Robin Wijaya - Desember 11, 2013

Saya sudah mengabarkan berita gembira ini kurang lebih dua bulan yang lalu. Setelah redaksi Matahari Publisher menghubungi saya dan berminat untuk menerbitkan ulang buku lama saya itu yang awalnya diterbitkan secara indie melalui Leutika Prio.

Terbit ulangnya buku lama tidak serta merta membuat saya senang-senang karena buku itu akan hadir lagi bagi pembaca (yang kebanyakan belum mengetahuinya, atau sudah mengetahui tapi belum membacanya). Setelah redaksi mengatakan akan terbit, saya segera membongkar file naskah tersebut di dalam laptop. Saya membaca ulang cerita-cerita yang ada di dalamnya, mencari kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki. Setelah melalui percakapan via telepon, saya dan redaksi sepakat untuk merevisi naskah ini cukup besar. Sebagian besar cerita di dalamnya saya tulis ulang. Ada yang konfliknya berubah sedikit, ada penambahan ide, dan lain-lain. Sehingga bagi teman-teman yang pernah membaca versi lamanya dulu, tentu versi baru ini akan berbeda. Jadi, bolehlah saya menyebut buku ini bukan sebagai republished atau repackaged, tapi revised edition. Karena saya tahu naskah ini sudah cukup lama ditulis, pada tahun 2011. Dan skill menulis saya waktu itu bisa dibilang masih sangat minim. Tak ada salahnya kan mengedit dan memperbaikinya agar lebih enak dibaca.

Baiklah, kembali ke bukunya. Jika Hujan Pernah Bertanya adalah kumpulan prosa. Bukan novel. Di dalamnya ada sekitar 15 kisah yang bertutur tentang kesetiaan. Oh ya, satu kabar lainnya. Setelah dibedah, buku Jika Hujan Pernah Bertanya mengalami penambahan beberapa cerita dan pembengkakan halaman serta pelebaran tema. Oleh karena itu, buku ini akan dibagi menjadi dua. Ya, akan ada dua buku. Jika Hujan Pernah Bertanya, dan buku keduanya akan saya rahasiakan sampai waktunya tiba.

Senang sekali mengerjakan buku ini. Saya yang sudah lama tidak menulis cerpen dan terbiasa dengan novel, kini diberi tantangan untuk menyampaikan ide lewat tulisan pendek. Beberapa bocorannya sudah pernah saya posting di tumblr. Saya tidak bisa menjanjikan kalau teman-teman akan puas dengan isi bukunya seratus persen. Soal fiksi, kembali lagi ke selera. Tapi kehadiran buku ini semoga bisa menjadi angin segar setelah bertemu kisah-kisah panjang yang saya tuturkan lewat 4 novel sebelumnya. Oh ya, saat menulis postingan ini, alternatif covernya sudah saya kantongi. Akan saya share kemudian. Selamat menunggu, dan semoga belum jenuh untuk berbagi aksara dan kisah bersama saya. Salam.

  • Share:

You Might Also Like

8 komentar

  1. haduh mas, tulisanmu ngena banget di hati. sukaaaaaaaaaaaa bgt bacanya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Zakia. Glad you like it :)

      Hapus
  2. Assalamu'alaikum wrwb
    Mas, nama tumblr nya apa ya??

    BalasHapus
  3. Mass Robin, bolehh gak saya minta resensi dari novelnya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Deni, dari novel saya atau novel kamu maksudnya? :)

      Hapus
  4. How poor Iam! saya baru tahu cerita anda di wattpad yang di satu sudut ruang itu. I cant wait anylonger, kapankah diterbitkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika Hujan Pernah Bertanya sudah terbit pada 2015 lalu untuk edisi terbarunya.
      Di Satu Sudut Ruang Itu akan terbit dalam bentuk novel (dengan perubahan plot, karena sebelumnya adalah cerpen) dengan judul Wednesday Memory atau Love of The Future Past (masih tentative di antara 2 judul itu)

      Hapus